Pemerintah Kota Jambi Luncurkan Program “Ngapelin SMA/SMK”

Senin, 11 Januari 2016 - 18:48:54


/

RADARJAMBI.CO.ID, KOTA JAMBI- Pemerintah Kota Jambi secara resmi meluncurkan program “Ngapelin SMA/SMK”. Program itu merupakan salah satu wahana untuk mendengarkan keluh kesah langsung para pelajar tingkat SMA/Sederajat di Kota Jambi. 

Program itu pertama kali dilakukan di SMAN 1 Kota Jambi. Dalam kunjungannya ke SMAN 1 tersebut, Walikota Jambi, H Syarif Fasha, mendapat sambutan hangat oleh para siswa di sana.

Kegiatan itu dilakukan oleh Walikota, karena selaras dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi telah mencanangkan gerakan penumbuhan budi pekerti (PBP ) sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Gerakan PBP yang merupakan kegiatan non kurikuler di sekolah bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah, dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.

Salah satu kegiatan wajib untuk menumbuhkan nilai kebangsaan dan kebhinekaan adalah melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin, dengan mengenakan seragam atau pakaian yang sesuai dengan ketetapan sekolah.

Dikatakan Fasha, hal ini menjadi wajib karena ternyata sampai saat ini masih ditemukan sekolah yang sudah lama tidak menyelenggarakan upacara bendera di lingkungan sekolah. Adapun manfaat dari pelaksanaan upacara bendera ini tidak hanya sebagai seremonial penghormatan saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengarahan rutin setiap minggu kepada seluruh warga sekolah baik secara langsung oleh kepala sekolah atau melalui pembina upacara yang telah ditunjuk sebelumnya.

Fasha mengatakan, melalui pelaksanaan upacara bendera, juga mampu diciptakan sebuah forum yang secara rutin memberikan dinamika dan interaksi bagi seluruh warga sekolah di setiap hari Senin. Ia juga berpesan agar para petugas upacara yang melaksanakan upacara bendera tidak hanya siswa-siswa terpilih saja, melainkan seluruh siswa harus mendapat giliran sehingga mereka memiliki pengalaman menjadi petugas upacara bendera. Manfaat lain adalah untuk menumbuh kembangkan kepemimpinan bagi para siswa baik siswa yang menjadi pemimpin upacara atau pemimpin barisan atau petugas upacara lainnya.

Selain itu, manfaat lainnya adalah untuk menumbuhkan kekaguman akan perjuangan para pahlawan dan kecintaan siswa terhadap lagu-lagu kebangsaan nasional.

Selanjutnya, walikota juga berharap agar pihak sekolah dapat berinovasi dalam pelaksanaan upacara bendera rutin ini, agar kegiatan upacara tidak hanya menjadi kewajiban seremonial saja tetapi menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan lebih menarik minat siswa.

Pada kesempatan yang baik itu juga, Walikota berpesan khusus kepada tenaga pendidik atau para guru dan tenaga kependidikan atau lebih yang dikenal sebagai staf tata usaha dan administrasi di sekolah.

“Saya menghimbau dan mengajak kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan melaksanakan proses pembelajaran baik dilakukan di kelas maupun di luar kelas,” katanya.

Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk selalu aktif dan kreatif, senantiasa mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kompetensinya. Sedangkan bagi tenaga kependidikan yang merupakan pendukung utama terlaksananya manajemen sekolah yang profesional diharapkan untuk senantiasa mengembangkan diri.

“Saya yakin dan percaya keluarga besar SMA Negeri 1 Jambi mampu untuk membawa nama sekolah ini menjadi lebih baik dan lebih maju lagi,” sambungnya. 

Fasha mengatakan bahwa dirinya akan menghapus image yang selama ini berkembang dimasyarakat tentang sekolah favorit dan non favorit. Sehingga, tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah pada usia sekolah, tidak ada lagi anak tidak mampu yang berprestasi yang tidak dapat masuk sekolah favori. Seperti SMAN 1 Kota Jambi ini.

“Dulu sekolah ini terkenal karena banyak anak pejabat, anak pengusaha, tapi sekarang semua sama,” katanya.

Fasha berharap tidak ada lagi anak sekolah usia yang putus sekolah karena alasan mencakup biaya dan tidak ada lagi tenaga pendidik dan kependidikan yang mengeluhkan kecilnya gaji atau tunjangan. Karena guru sudah sangat sejahtera dan tenaga kependidikan juga sudah memiliki tunjangan kerja dari pemerintah daerah.

Ke depan, guna meminimalisir kecurangan dalam penerimaan siswa baru, Fasha akan menambah PPDB Online yang sebelumnya 65 persen, tahun ini akan menjadi 70 persen.

“Jadi kalau sudah sistem Online tidak ada lagi kecurangan,” katanya.(advertorial)